Tampilkan postingan dengan label Testimoni. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Testimoni. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Juni 2014

Mewujudkan Keluarga yang Bahagia dengan Bioenergi

Mewujudkan Keluarga yang Bahagia dengan Bioenergi



Kehidupan manusia tidak pernah terlepas dari segala peristiwa yang menakjubkan, entah itu akan dirasakan sebagai kebahagiaan atau pun penderitaan. Keadaan tersebut adalah kehidupan yang telah ditakdirkan oleh Sang Pencipta sehingga kita mau tidak mau harus menerimanya dengan ikhlas dan berlapang dada. Takdir rupanya telah direncanakan oleh Tuhan, namun kita dapat mengubah takdir tersebut menjadi lebih bermakna apabila kita mau berusaha dan berpikir sesuai dengan kemampuan dan mengarahkannya seperti apa yang kita harapkan. Dengan begitu, Tuhan pasti akan memberikan kelimpahan yang lebih dan lebih lagi dalam kehidupan kita. Sebagai manusia, kita harus berusaha mewujudkan semua itu dengan cara yang terbaik, disertai doa yang dipenuhi dengan kepasrahan.

Via adalah seorang gadis yang sedang menempuh pendidikan sarjana di salah satu universitas swasta di Yogyakarta. Ia tinggal dengan kedua orang tuanya dan seorang adiknya yang masih duduk di bangku kelas lima SD. Walaupun tinggal dekat dengan kedua orang tuanya, Via tidak pernah merasa tenang dan damai. Ia merasakan ketidaknyamanan saat menginjakkan kaki di rumahnya; berbeda dengan setiap orang yang selalu nyaman dan ingin berada dalam kehangatan keluarga di rumah mereka. Bahkan ia menganggap rumahnya sebagai neraka yang selalu membuat hatinya berduka dan menangis setiap saat.

Kesedihan Via tersebut bukanlah tanpa alasan. Dia merasakan kegundahan yang luar biasa karena suasana rumahnya selalu dipenuhi dengan kegaduhan suara yang keras. Suara ini bukan karena keceriaan atau canda tawa dari anggota keluarganya, namun ini disebabkan karena pertengkaran hebat kedua orang tuanya yang setiap hari memekakkan telinganya. Sungguh ngilu hatinya saat pulang kuliah, bukan sambutan hangat yang diterimanya, namun teriakan keras disertai tangis dari ibunya yang ia dengar. Hanya kecemburuan dan kecemburuan yang menjadi inti permasalahan keluarga tersebut. Kecemburuan yang tidak rasional dari ibunya membawa permasalahan keluarganya menjadi semakin rumit. Padahal, ayahnya selalu bertindak jujur, bahkan sama sekali tidak pernah bertindak buruk terhadap keluarganya, apalagi selingkuh. Namun hal tersebut tidak pernah diindahkan oleh ibunya. Setiap hari selalui diwarnai perasaan marah dan emosi mendalam tanpa bisa menerima segala hal yang menjadi alasan ayahnya.

Terkadang Via merasa iba terhadap adiknya yang tergolong masih sangat kecil, namun sudah dipaksa untuk mengenyam segala fenomena buruk yang dialami setiap hari dirumahnya. Tidak jarang ia melihat adiknya murung, bersedih bahkan meneteskan air mata atas segala hal yang terjadi. Bukan pertengkaran yang seharusnya dilakukan oleh kedua orang tuanya. Mereka seharusnya memberikan curahan kasih sayang dan perhatian bagi dia dan adiknya agar mengalami pertumbuhan mental dan psikis yang lebih baik. Akhirnya dengan kesadaran sendiri, Via berniat untuk membawa masalah ini ke Bioenergi Center agar mendapat jalan terbaik bagi permasalahannya.

Pada saat bertemu dengan saya, ia terlihat sangat sedih bahkan sesekali meneteskan air mata saat menceritakan permasalahan tersebut di hadapan saya. Dia takut apabila masalah ini akan berujung kepada perceraian kedua orang tuanya. Dia juga khawatir bahwa kondisi ini akan menghambat pertumbuhan pikiran dan mental adiknya, apalagi jika nantinya akan menjadi trauma yang berkepanjangan. Via tidak ingin pula melihat keluarganya hancur hanya karena kesalahpahaman yang tidak pernah bertepi. Ia bahagia karena segala kebutuhan hidupnya terpenuhi dan tinggal dalam sebuah perumahan yang mewah. Namun dibalik semua itu ia juga menderita karena ketenteraman batin sama sekali tidak pernah ia rasakan. Seandainya disuruh memilih, ia lebih mengharapkan hidup sederhana namun dilimpahi dengan ketenangan dan kasih sayang, daripada ia harus hidup berkelimpahan namun setiap saat hatinya selalu gundah dan tidak pernah merasakan ketenangan lahir dan batin.

Akhirnya saya memberi
kan pencerahan kepada Via dengan mengarahkannya untuk menyadari Bioenergi yang sebenarnya telah bersemayam dalam diri setiap orang. Setiap manusia memiliki daya kreatif Bioenergi yang dapat ia gunakan untuk berpikir dan bertindak seperti apa pun yang ia inginkan. Apabila kita memberdayakan kecerdasan Bioenergi ini di dalam tubuh maka segala hal yang kita lakukan akan diberikan kemudahan dan jalan yang terbaik. Cara paling sederhana untuk mengaktifkan daya kreatif tersebut hanyalah dengan menciptakan sebuah pemikiran yang positif dan menghilangkan segala energi negatif dari dalam diri dan kehidupan kita. Oleh karena itu, setiap saat kita harus berpikir akan keceriaan, kesenangan, kebahagiaan, ketenangan, kedamaian dan keharmonisan hidup. Lalu, untuk menyempurnakannya, hilangkan segala rasa takut, cemas, cemburu, gelisah dan tentunya harus dapat meredam emosi dari dalam hati kita. Apabila kita dapat menyeimbangkan dan menciptakan berbagai kondisi yang menyenangkan maka kehidupan kita juga akan lebih selaras dan harmonis.

Via pun akhirnya mulai memahami beberapa hal yang telah saya utarakan. Namun dia masih bingung dengan penyelesaian masalah keluarganya tersebut, dia masih ragu apakah semuanya akan bisa diselesaikan apabila ibunya tidak bersamanya pada saat itu. Padahal yang bermasalah adalah ibunya, sehingga dalam benaknya, ibunya juga harus datang ke Bioenergi. Namun saya dengan jelas mengatakan bahwa segala hal yang terkait dengan Bioenergi tidaklah sulit untuk diaplikasikan, bahkan dalam jarak yang jauh, Bioenergi dapat diakses ke tubuh orang yang membutuhkan. Kepada saya ia mengungkapkan ingin belajar kecerdasan Bioenergi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik, utama untuk mewujudkan keharmonisan keluarganya. Pada saat itu pula, saya membantunya untuk mengakses kecerdasan Bioenergi itu melalui jarak jauh agar ibunya terdorong untuk berpikir dengan hati dan pikiran yang positif. Pada saat itu pula saya memberikan sebuah buku berjudul ”Kecerdasan Bioenergi” yang berisi tentang pencerahan hidup dari berbagai masalah manusia yang dapat dipelajari kapan pun dan dimana pun. Saya juga mengajarkan beberapa doa kepadanya untuk meringankan beban hidupnya. Via berjanji kepada saya untuk memahami dan mengaplikasikan segala metode kreatif dalam buku tersebut untuk menyelesaikan permasalahan hidupnya secara perlahan.

Dua minggu setelah itu, Via kembali datang ke Bioenergi. Kedatangannya kali ini bukan untuk mencurahkan kesedihan hidupnya, namun untuk mengungkapkan rasa bahagia penuh haru atas kelimpahan luar biasa yang diwujudkan oleh Bioenergi. Ia mengaku menjadi lebih tenang dan damai setelah beberapa saat membaca dan menerapkan isi buku tersebut. Bahkan yang lebih mengejutkan, ibunya juga mau membaca dan memanfaatkan isi buku tersebut sehingga memudahkan langkahnya dalam menyelesaikan permasalahan keluarganya itu. Hanya dalam waktu singkat, ibunya tidak pernah lagi merasakan kecemburuan dan kemarahan akibat emosi sesaatnya, seperti yang biasa terjadi. Bahkan, ibunya kini menjadi sosok yang lebih sabar, patuh terhadap suami, lebih bijaksana dan yang paling membahagiakan adalah semakin sayang terhadap keluarganya. Ayahnya pun sangat senang dengan kerja keras Via yang ingin mengembalikan keharmonisan keluarganya dengan cara yang tepat dan menakjubkan melalui kecerdasan Bioenergi. Akhirnya, kini Via merasakan kehidupan yang dipenuhi dengan rasa damai, tenang dan bertabur dengan kasih sayang. Via sangat yakin bahwa Anugerah Tuhan atas limpahan kecerdasan Bioenergi ini telah membawa kehidupan keluarganya ke jalur roda kehidupan di tingkat yang paling menakjubkan, dikelilingi dengan cahaya cinta yang semakin terang dan harmoni senandung hati yang berisi keceriaan dan kebahagiaan.

Jika Anda ingin mengatasi masalah keluarga seperti pengalaman Sdri. Via Risqi, Segera Konsultasikan ke Syaiful M. Maghsri. Hotline: 0818278880, 085327271999, Office (0274) 412446.

Pengalaman Via Risqi Monica dari Yogyakarta (19 tahun)


Anda Sedang Menghadapi Berbagai Masalah? Ingin Segera Mendapatkan Solusinya? Pastikan Hubungi dan Konsultasikan Masalah Anda ke Syaiful M. Maghsri agar Anda tahu cara mengatasi masalah dengan cepat. Hotline: 0818278880, 085327271999, Office (0274)412446.  

Salam Sehat & Sukses Selalu


Jumat, 27 Juni 2014

Testimoni Ibu Murti Mengatasi Perceraian dengan BIOENERGI

Testimoni Ibu Murti Mengatasi Perceraian dengan BIOENERGI



Bagaimana mengatasi perceraian? Kehidupan manusia laksana aliran air sungai, kemana pun mengalir kita akan  mengikutinya, kecuali prinsip hidup yang kuat dapat menahan kita di suatu titik tertentu. Disitulah hidup kita bermula dan berjalan sesuai dengan perjuangan yang telah kita korbankan. Manusia terlahir sebagai makhluk yang berakal dan berbudi sehingga segala hal yang terjadi pada dirinya telah terpikir secara matang, beserta berbagai konsekuensi yang akan terjadi. Hal tersebut melingkupi roda kehidupan yang bermula semenjak manusia dilahirkan, tumbuh menjadi anak-anak hingga semakin dewasa di saat remaja. Pendewasaan ini berujung ketika kematangan mental dan fisik mendorongnya untuk memilih seorang pasangan hidup yang telah ditentukan oleh Sang Maha Rahim. Mereka hidup bersama dalam jalinan yang kuat hingga melewati masa tua dan akhirnya dipisahkan oleh kematian. Beragam permasalahan yang muncul dalam kehidupan tidak jarang menimbulkan peristiwa yang tidak diharapkan. Berpengaruh atau tidak, semua itu  tergantung dari masing-masing individu dalam menyikapinya.

Ibu Murti adalah seorang wanita asal Yogyakarta yang mandiri, pantang menyerah dan selalu bersemangat. Pada usia yang ke-25, ia mampu membangun sebuah usaha salon pribadi dengan hasil kerjanya sejak lulus SMK di jurusan kecantikan. Ia melayani jasa potong rambut dan make-up dengan desain salon yang menarik. Ia menghiasi seluruh bagian ruangannya dengan tanaman hias serba hijau; menggambarkan bahwa ia menyukai kesejukan dan kedamaian. Dengan nama ”Green Salon”, ia mengembangkan karirnya hingga memiliki karyawan sebanyak 5 orang. Merupakan prestasi yang luar biasa, bahwa di usia yang masih muda, bu Murti mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri dan menghidupi karyawannya.

Suatu ketika, seorang pria datang di salon bu Murti dengan maksud ingin potong rambut. Pria tersebut bekerja sebagai supervisor di sebuah dealer motor di Semarang. Pada awalnya pria ini dilayani oleh karyawan bu Murti, karena memang pekerjaan yang ringan seperti itu jarang ditangani langsung oleh pemilik salon. Namun seiring berjalannya waktu, pria yang bernama Deny tersebut menjadi pelanggan setia dan tidak jarang bu Murti turun tangan langsung untuk memotong rambut pria itu. Mungkin karena memang frekuensi pertemuan yang tidak jarang, akhirnya keduanya saling suka dan menjalin hubungan khusus selama lebih kurang 3 tahun. Setelah lama berpacaran, akhirnya di usia 28 tahun, bu Murti menikah dengan pria itu atas restu kedua orang tuanya.

Selayaknya bunga yang sedang mekar, kehidupan tahun pertama pernikahan selalu dipenuhi dengan kasih sayang dan keharmonisan. Mereka hidup bahagia, bahkan dikaruniai seorang anak laki-laki yang membuat kehidupan mereka lebih bermakna. Usaha salon bu Murti juga deras dengan rezeki, begitu pula dengan penghasilan suaminya yang semakin meningkat akibat kegigihannya dalam mencapai target yang diharapkan perusahaan. Karena mereka dipisahkan oleh jarak antara kota Yogya dengan Semarang, pak Deny selalu menghubungi istrinya setiap waktu dan meluangkan waktu 4 hari dalam sebulan ke Yogya untuk melepas rindu dengan anak dan istrinya.

Sekalipun mereka menjalani kehidupan yang jauh, bu Murti tidak pernah mengeluh atas situasi rumah tangganya. Ia sadar bahwa ini adalah perjuangan hidup yang tak boleh dihentikan. Namun putra tunggalnya ternyata sulit untuk hidup jauh dengan ayahnya karena semakin bertambah umurnya, ia semakin mengerti bahwa sosok seorang ayah ternyata sangat berarti bagi hidupnya dan ia pun selalu ingin dekat dengan ayahnya. Pada akhirnya, dengan pertimbangan yang cukup matang bersama istrinya, Pak Deny mengundurkan diri dari perusahaan dealernya dan berusaha untuk pindah ke dealer yang ada di Yogya. Ternyata Tuhan mengabulkan apa yang menjadi harapan mereka. Sesampainya di Yogya, pak Deny tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan yang lain karena cabang dealer yang ada di Yogya langsung menerimanya setelah mengetahui kemampuan dan prestasi kerja sebelumnya.

Hari demi hari telah mereka lewati dengan kebersamaan dan kebahagiaan. Kehidupan manusia di dunia ini selalu berputar dan tidak jarang terdapat batu sandungan yang menghambat langkah kita. Seiring berjalannya waktu, bu Murti mengalami permasalahan yang membuatnya hampir putus asa. Salon yang telah dirintisnya mengalami kemunduran sehingga penghasilan pun menurun drastis. Hal ini berimbas kepada sang suami yang harus mengeluarkan uang lebih dibandingkan sebelumnya. Bu Murti pun hanya bisa berpasrah dan berdoa agar Tuhan memberikannya kemudahan hidup dan kelancaran rezeki seperti sebelumnya. Ia tidak memiliki kemampuan yang lain, selain keahliannya di bidang jasa kecantikan.

Seperti halnya mesin yang terus dipaksa bekerja, pada akhirnya mesin itu akan bekerja semakin lambat, mengalami penurunan kualitas kerja bahkan pada akhirnya mati total. Itulah yang dialami oleh Pak Deny sebagai satu-satunya orang yang menjadi tulang punggung keluarga. Penghasilannya semakin menurun dan kebutuhan pun semakin meningkat. Dari biaya sekolah sampai makan untuk keluarga dia usahakan dengan memeras keringat setiap hari untuk memenuhi kebutuhan keluarganya tersebut,  sedangkan salon bu Murti telah bangkrut dan akhirnya ditutup. Begitu tragis kehidupan mereka, bahkan untuk memenuhi kebutuhan primer pun terasa sangat sulit.

Dalam situasi yang pelik tersebut, energi negatif dapat dengan mudah masuk kedalamnya dan menambah keruh suasana. Hal itulah yang dialami oleh keluarga bu Murti. Dalam situasi tidak berdaya, bu Murti kembali harus menanggung derita dalam hidupnya. Bukan karena masalah ekonomi, namun ini menyangkut kehidupan rumah tangganya yang telah ia bangun sejak lama. Mungkin karena dilanda tekanan hidup yang begitu kuat, pak Deny mencoba menghapus kegundahannya tersebut dengan melirik wanita idaman lain. Ternyata setelah ditelusuri, wanita itu adalah mantan karyawan yang dulunya juga bekerja satu perusahaan dengan Pak Deny sewaktu masih di Semarang. Kedekatan mereka sebenarnya telah diketahui bu Murti sejak awal namun hanya diperkirakan sebatas teman. Memang, pada awalnya mereka hanya berteman, namun seiring berjalannya waktu, bu Murti mendapati sendiri bukti hubungan khusus mereka lewat sms di HP suaminya yang kebetulan tidak sengaja dibaca oleh bu Murti. Sungguh laku hidup yang sangat berat, ibarat pepatah mengatakan ”sudah jatuh, tertimpa tangga pula.”

Kedekatan mereka ternyata tidak pudar, sekali pun bu Murti telah berbicara keras dan melarang suaminya untuk mengulang kesalahan itu kembali. Bahkan, sang suami minta izin kepada istrinya agar diperbolehkan untuk menikah lagi. Sepertinya bu Murti sekarang memang berada dalam situasi yang berat, dimana ia sangat menyayangi putranya dan ingin mempertahankan rumah tangganya. Namun di sisi lain, ia tidak bersedia apabila dimadu oleh suaminya. Dengan pertimbangan yang cukup matang, akhirnya bu Murti menginginkan bercerai dengan suaminya. Ia menganggap ini adalah jalan terbaik untuk kehidupannya dan anaknya, daripada ia harus hidup menderita diantara suami dan istri barunya.

Hari demi hari telah dilewati bu Murti hanya bersama seorang putranya. Namun situasi saat ini sangatlah berbeda dibanding kehidupannya yang dulu. Ia merawat putranya seorang diri tanpa ada penghasilan yang pasti. Hanya kepada orang tuanyalah bu Murti berpulang dengan perasaan sedih dan malu. Ia juga merasakan kekecewaan yang mendalam dengan perilaku suaminya yang tidak bertanggung jawab atas keluarganya. Tidak seperti sifat sebelumnya yang selalu gigih dan pantang menyerah dalam menghadap segala sesuatu, kini bu Murti menjadi seorang yang rapuh dan tidak berdaya. Ia kehilangan akal sehat, ia merasa kehilangan hidupnya dan tak mampu lagi menatap masa depan.

Dalam keadaan yang buruk tersebut, orang tuanya menyarankan bu Murti untuk datang ke Bioenergi agar mendapatkan pencerahan batin. Pada akhirnya, ia bertemu dengan saya secara langsung. Ia menceritakan segala kegundahannya tersebut dengan tidak berdaya, bahkan tidak jarang dengan meneteskan air mata. Secara perlahan saya membuka mata hatinya dan menjernihkan pikirannya. Jauh dari rezeki dan bercerai dengan suami memang merupakan cobaan hidup yang tidak ringan, namun semua itu sebenarnya hanyalah maksud Tuhan untuk menyelamatkan manusia. Perlu diingat bahwa Tuhan tidak akan memberikan cobaan di luar batas kemampuan kita. Jadi, semua permasalahan hidup yang kita hadapi pastinya dapat diselesaikan dengan cara bijaksana.

Dalam keadaan yang sulit sekalipun, kita harus berpikir secara konstruktif. Jangan sampai kita mengikuti arus negatif pemikiran kita karena hal itu justru akan membawa pengaruh yang lebih buruk lagi, dan pastinya akan jauh dari penyelesaian masalah. Saya mengajarkan bu Murti untuk merasakan kehadiran Bioenergi yang ada dalam dirinya. Pada awalnya, bu Murti merasa ragu-ragu dan sedikit tidak percaya bahwa sesungguhnya manusia diciptakan dengan memiliki sebuah daya hidup hebat yang dapat mempengaruhi kehidupan, bahkan mampu menyembuhkan berbagai penyakit yang kita derita. Hal itu lalu direnungkan oleh bu Murti dan ia pun berjanji untuk memberdayakan dan memanfaatkan kehadiran Bioenergi dengan berdoa : ”Dengan Kuasa dan kehendakmu ya Tuhan, melalui kecerdasan Bioenergi, daya penyembuhan Bioenergi akan mengalir melalui tubuh saya mulai detik ini juga.”    

Sejak itu, Bu Murti mulai menyadari bahwa apa yang ia alami memang suratan takdir yang tidak bisa dielakkan lagi. Ia mulai mengusir segala pikiran-pikiran negatif yang ada di dalam dirinya. Dia mulai berdiri kembali dan menciptakan senyuman di setiap langkah hidupnya. Dalam kesendiriannya, ia sering mengungkapkan suara batin ini : ”Dalam kondisi yang sangat mantap dan melalui proses kecerdasan Bioenergi, saya bertekad melepas seluruh perasaan negatif karena keresahan emosi, ketegangan, rasa bersalah, kekecewaan, kemarahan serta berharap agar semua emosi negatif ini berubah menjadi kehidupan baru yang lebih berarti.”  Ia kembali menata kehidupannya seperti sedia kala dan berusaha untuk mengulang kembali kesuksesannya dengan meniti kembali karirnya di bidang kecantikan. Ia membuka kembali salonnya, namun kini tanpa sejumlah karyawan yang membantunya. Dengan dukungan orang tua pula, kini bu Murti menjalani kehidupannya dengan lebih bersemangat dan lebih sabar dalam menghadapi segala sesuatu.

Selang waktu satu bulan, Bu murti kembali mengunjungi Bioenergi, namun kini  bukan karena bersedih hati. Ia datang untuk mengungkapkan rasa bahagia dengan ucapan terima kasih atas segala bimbingan dan pencerahan yang telah saya berikan. Kini usahanya kembali lancar sehingga ia mampu memenuhi kebutuhan hidupnya seperti dulu. Salonnya kembali laris, kehidupannya pun menjadi semakin berkualitas. Ia tampak bahagia menggandeng putra tunggalnya meskipun tanpa suami di sisinya. Bu Murti bangga menjadi single parent karena ia semakin memahami kepribadian putranya dan menjadi orang tua seutuhnya. Kini bu Murti menjadi manusia baru setelah merasakan kecerdasan Bioenergi yang dianugerahkan oleh Allah. Ia mampu melenyapkan segala permasalahan hidup di masa lalun dan berusaha membuka lembaran baru untuk mengisi kehidupannya dengan kedamaian dan kebahagiaan.

Ternyata Tuhan telah menyelamatkan kehidupan Bu Murti seutuhnya. Coba pikir, bagaimana jika Tuhan tidak memberikan cobaan tersebut kepadanya? Mungkin saja kini dia melupakan Sholat atau masih bingung bagaimana memulai usahanya kembali dengan segala tindakan yang konstruktif. Mungkin pula ia hanya akan menerima nasib tanpa adanya usaha dari dalam diri untuk memanfaatkan Bioenergi. Dengan mengenyam cobaan tersebut, bu Murti menjadi sosok yang lebih baik dan dewasa. Ia menjadi sadar bahwa sebenarnya kecerdasan Bioenergi telah bersemayam di dalam dirinya, hanya keberadaannya belum ia sadari dan manfaatkan dengan baik. Sungguh kebesaran Tuhan memang tiada tara. Rupanya segala hal yang diberikan Tuhan kepada bu Murti tersebut bukanlah cobaan, melainkan anugerah besar. Anugerah ini telah menyadarkannya untuk menjalani kehidupan ini dengan segala pemikiran dan tindakan konstruktif yang sesuai dengan aliran kecerdasan Bioenergi.

Jika Anda ingin lebih tabah dalam mengatasi perceraian dan merasakan kehidupan yang lebih baik seperti Pengalaman Ibu Murti, Segera Konsultasikan ke Syaiful M. Maghsri. Hotline: 0818278880, 085327271999, Office (0274) 412446.

Pengalaman Ibu Murti Lasmini dari Yogyakarta (39 tahun)



Anda Sedang Menghadapi Berbagai Masalah? Ingin Segera Mendapatkan Solusinya? Pastikan Hubungi dan Konsultasikan Masalah Anda ke Syaiful M. Maghsri agar Anda tahu cara mengatasi masalah dengan cepat
Hotline: 0818278880, 085327271999,  Office (0274)412446.  

Salam Sehat & Sukses Selalu


Mudah Membuka Pintu Rezeki dengan Ilmu Bioenergi

Mudah Membuka Pintu Rezeki dengan Ilmu Bioenergi



Kehidupan manusia telah ditakdirkan oleh Sang Pencipta, entah itu suka maupun duka. Musibah dan anugerah telah dituliskan Tuhan sebagai garam kehidupan yang akan membawa berkah di suatu saat nanti. Semua peristiwa hidup yang kita hadapi, utama pada saat terpuruk, tidak seharusnya dijalani dengan kecewa atau pun patah semangat. Kita harus selalu berlapang dada, ikhlas hati serta dipenuhi dengan kepasrahan agar segala hal dapat berjalan seperti apa yang kita harapkan. Pada saat itulah, Tuhan akan memberikan rezeki yang melimpah dalam hidup sehingga dunia ini serasa surga manusia yang berisi kenikmatan dan kepuasan yang tiada henti. Pada saat Tuhan menitipkan rezeki kepada kita, berikanlah pula terhadap mereka yang membutuhkan karena di suatu saat nanti, kita akan memperoleh kelimpahan yang berlipat ganda.


Bapak Pras adalah seorang dari jutaan manusia yang menyadari akan semangat dan perjuangan hidup yang harus ditempuh untuk mewujudkan kebahagiaan bagi sesama dan alam semesta. Setelah lulus dari pendidikan guru, ia mulai meniti karirnya di suatu Sekolah Menengah Pertama yang ada di Nganjuk, Jawa Timur. Sekali pun harus menempuh jarak yang agak jauh, tidak pernah ia mengeluh karena semangat juangnya memang tinggi dan pada saat itu ia belum berkeluarga. Setelah dua tahun mengajar sebagai guru agama, ia menikah dengan seorang wanita asal kota Malang juga. Keberuntungan datang dalam hidupnya karena tugas mengajarnya dipindahkan ke kota asalnya, Malang, sehingga akhirnya pak Pras membangun rumah tangga di kota itu dan menetap tinggal di sana.


Dalam kesehariannya, ia dan istrinya selalu menerapkan hidup sederhana dan apa adanya, serta menjauhkan diri dari segala hal yang bersifat merugikan. Pak Pras menerima segala hal yang ia dapatkan, termasuk gaji kecilnya sebagai seorang guru. Sedangkan istrinya juga berwiraswasta dengan menjual beras dan minyak tanah kala itu;  disaat pemakaian gas LPG belum gencar dipromosikan oleh pemerintah. Penghasilan yang lumayan itu mereka gunakan sebaik-baiknya untuk memenuhi segala kebutuhan hidup. Kebahagiaan mereka kian terasa ketika sang istri melahirkan seorang bayi cantik yang menceriakan rumah mereka. Namun pada saat putri pertamanya menginjak usia sepuluh tahun, istrinya mengidap penyakit kanker rahim kronis dan dokter menyarankan agar rahimnya diangkat. Sungguh ujian yang berat bagi kehidupan mereka karena setidaknya pak Pras ingin memiliki seorang anak lagi dari rahim istrinya. Namun karena kasih sayang yang besar serta perhatiannya yang tiada pudar saat itu, pak Pras terpaksa merelakan ketika rahim istrinya harus diangkat, walaupun berisiko tidak akan bisa memiliki anak lagi.


Pada awalnya, kehidupan mereka setelah itu dilingkupi dengan perasaan sedih dan kecewa. Pak Pras sadar bahwa segala jalan Tuhan merupakan berkah keselamatan bagi hidup manusia selanjutnya. Berbeda dengan istrinya yang masih belum menerima sepenuhnya atas segala peristiwa yang menimpa hidupnya. Istrinya terlihat sangat sedih, tidak berdaya dan tampak tidak memiliki semangat hidup yang tinggi. Untuk mengatasi hal tersebut, akhirnya pak Pras mengajak istrinya ke Bioenergi untuk mendapatkan pencerahan batin agar hidupnya menjadi semakin berarti dan dapat menghilangkan segala kekecewaan mendalam yang terjadi dalam hidup mereka.


Saya yang pada saat itu bertatap muka langsung dengan mereka mencoba memberikan pemahaman spiritual yang mendalam, utama untuk istrinya. Kehidupan manusia telah diatur oleh Tuhan Yang Kuasa sehingga manusia hanya bisa berpasrah dan menerima dengan ikhlas hati atas segala yang terjadi. Kita tidak boleh menyalahkan Tuhan atas kejadian ini, karena dibalik semua itu, Tuhan telah mempersiapkan sebuah kado indah yang sewaktu-waktu akan diserahkan bagi kita. Pada saat itu kebahagiaan pasti akan datang, karena kita percaya bahwa setiap manusia haruslah bersakit-sakit dahulu untuk mewujudkan kesenangan di esok hari. Tuhan itu menyayangi kita, ia selalu ada di dekat kita. Apalagi jika Tuhan memberikan suatu cobaan kepada manusia, misalnya penyakit, Ia pasti memiliki rencana besar atas keselamatan hidup manusia di suatu saat nanti.


Akhirnya, untuk memberikan peneguhan dan penyadaran yang lebih kuat bagi istri pak Pras, saya memberikan pengarahan doa agar dapat ia panjatkan dimana saja mereka berada : ”Melalui Kecerdasan Bioenergi dan atas kuasa-Mu, Ya Tuhan kami ingin mewujudkan segala hal terindah bagi keluarga ini. Kami ingin lebih menyayangi buah hati kami serta menjalin kehidupan yang lebih harmonis setelah ini. Kami ingin melenyapkan kekecewaan di masa lalu dan berusaha bangkit kembali dengan segala hal yang Kau kehendaki. Melalui Daya Kreatif Bioenergi ini, semoga segala sesuatu di hidup kami menjadi lebih baik dan berarti hingga terwujud kebahagiaan di suatu hari nanti.” Akhirnya pak Pras dan istrinya mulai memahami segala hal yang telah saya berikan. Sebelum mereka beranjak pulang, Pak Pras membeli kapsul penyembuhan Bioenergi agar tubuh istrinya segera pulih akibat operasi dan sehat seperti sedia kala.


Hari demi hari telah mereka lewati dengan perasaan yang lebih tenang dan damai. Suatu ketika pak Pras mulai iba dengan anak-anak miskin yang ada disekitarnya. Ia merasakan cinta dan kasih yang besar terhadap mereka yang terlihat kurang mampu dalam menjalani hidup. Akhirnya, ia beserta istrinya mulai mengajak anak-anak itu untuk tinggal bersamanya agar memiliki kesibukan. Anak-anak tersebut dilatih untuk melayani pembeli warung kelontongnya dan membuat kerajinan sapu tangan tradisional di rumahnya. Ada sekitar lima orang anak yang akhirnya tinggal bersama pak Pras dan istrinya. Mereka senang melihat banyak anak kecil yang meramaikan rumah mereka, walaupun bukan anak kandung. Setiap melihat putri kandungnya bercanda bersama anak-anak itu, pak Pras dan istrinya merasa sangat damai dan bahagia. Inilah cara mereka untuk mencintai sesama, utama anak kecil yang dalam hidup pak Pras tak mungkin lagi ia dapatkan dari istrinya. Hal itu rupanya juga membahagiakan istrinya karena keramaian tersebut ternyata dapat mengubur segala peristiwa menyedihkan di masa lalunya.


Bukan hanya mengajak anak-anak itu untuk berkarya, namun pak Pras juga membiayai sekolah dan memenuhi segala kebutuhan hidup mereka dengan penuh rasa ikhlas dan tulus. Benar-benar berkah yang luar biasa dari Tuhan melalui kecerdasan Bioenergi yang telah mengubah hidup mereka menjadi lebih baik. Setiap usaha dan doa yang mereka panjatkan ternyata membawa berkah luar biasa bagi hidup mereka dan orang-orang disekitarnya. Pada saat itu tidak ada lagi perasaan sepi yang mendera dan kesedihan yang berkepanjangan. Dengan perbuatan yang mulia tersebut, ia dan istrinya menjadi sangat dihargai dan dihormati di lingkungan sekitarnya. Bagaimana tidak, perbuatan baik mereka telah mengurangi kesenjangan sosial yang ada di masyarakat sekitarnya, bahkan dapat meningkatkan kelayakan hidup bagi mereka yang kekurangan.


Hari demi hari, rezeki datang mengalir dalam kehidupan keluarga pak Pras. Mereka menjadi semakin berkelimpahan, semakin hidup tenang, semakin dekat dengan Tuhan serta lebih dekat dengan banyak orang yang sangat mengagumi keluarga mereka. Mereka memiliki segala hal yang sangat didambakan oleh setiap orang, bahkan apa pun keinginan mereka dapat terwujud hanya dalam sekejap waktu. Bukan hanya usaha yang laris serta mobil mewah yang mereka raih, rumah besar bak istana telah mereka bangun di atas tanah yang dulunya hanya berdiri sebuah rumah kecil yang sederhana dan dengan isi yang seadanya. Inilah yang pak Pras ceritakan 4 (empat) tahun setelahnya saat ia kembali datang ke Bioenergi untuk mengucapkan terimakasih atas kelimpahan yang ia rasakan. Berkat kecerdasan Bioenergi, ia mampu mewujudkan kemuliaan hidup seperti yang ia impikan selama ini. Dengan merawat banyak anak, ia semakin menyadari bahwa ternyata berkah kehidupan bukan hanya datang dari anak kandung, namun anak-anak lain juga akan mendatangkan berkah dan rezeki. Pak Pras dan istrinya meyakini bahwa Tuhan telah mempersiapkan mereka untuk memberi warna dan menciptakan kebahagiaan bagi hidup mereka. Pak Pras merasakan berkah dan anugerah yang luar biasa karena ia selalu mengutamakan kejujuran, keikhlasan serta pengorbanan yang tulus bagi sesama. Ia menyadari bahwa kecerdasan Bioenergi ini sangat berpengaruh dalam hidup keluarganya, bukan hanya mempererat hubungannya dengan sesama namun juga memperkuat hubungannya dengan Tuhan Sang Pencipta.


Jika Anda ingin membuka pintu rezeki dengan cepat Seperti Pengalaman Bapak Prasetyo, Segera Konsultasikan ke Syaiful M. Maghsri. Hotline:0818278880, 085327271999, Office (0274) 412446.


Pengalaman Bapak Prasetyo Widiatmono dari Malang (44 tahun)



Anda Sedang Menghadapi Berbagai Masalah? Ingin Segera Mendapatkan Solusinya? Pastikan Hubungi dan Konsultasikan Masalah Anda ke Syaiful M. Maghsri agar Anda tahu cara mengatasi masalah dengan cepat. Hotline: 0818278880, 085327271999, Office (0274)412446.  

Salam Sehat & Sukses Selalu
Cara Mengobati Insomnia dengan Bioenergi

Cara Mengobati Insomnia dengan Bioenergi



Setiap orang selalu sibuk dalam pencarian jati dirinya hingga ia dapat mewujudkan apa yang ia inginkan. Bekerja adalah aktivitas publik yang pada umumnya dilakukan di waktu pagi hingga sore hari. Tidak jarang juga dari mereka yang melakukan aktivitas tersebut di malam hari, tergantung dari kemampuan dan jenis pekerjaannya. Malam hari adalah waktu yang biasa mereka gunakan untuk tidur, sebagai wujud melepas lelahnya tubuh setelah seharian beraktivitas. Namun banyak dari antara mereka yang terkadang sangat susah untuk tidur bahkan hal itu terjadi setiap malam hari; waktu yang seharusnya mereka gunakan untuk beristirahat. Apabila hal itu berlangsung secara terus-menerus, tubuh fisik tentunya akan semakin melemah bahkan hal ini akan mengganggu konsentrasi pikiran pada saat melakukan aktivitas dikeesokan harinya.

Penyakit insomnia atau susah tidur juga dialami oleh Fajar; seorang karyawan di salah satu stasiun radio swasta di daerah Klaten. Penyakit ini telah lama ia rasakan sejak mulai lulus kuliah. Pada saat itu ia diterima bekerja sebagai penyiar dan kebetulan pada awal kerjanya ia mendapat tugas untuk menjadi penyiar suatu acara musik di malam hari, yaitu jam 12 malam sampai 4 pagi. Pada awal bekerja, ia mengalami sedikit gangguan kesehatan lantaran dirinya tidak pernah tidur larut malam, apalagi begadang sampai pagi. Namun karena tuntutan profesi, akhirnya Fajar terbiasa untuk menahan rasa kantuknya  disaat jam siaran. Tentu saja kala itu ia menggunakan berbagai macam cara agar matanya tetap jernih dan pikirannya terfokus. Hampir setiap malam ia selalu mengkonsumsi kopi dan menghisap rokok untuk menopang kekuatan fisiknya disaat beraktivitas di malam hari. Setelah pagi menjelang, Fajar pulang ke kostnya yang ada di kawasan Klaten dan melakukan aktifitas tidur untuk melepas lelah hingga sore hari.

Hal tersebut berlangsung hingga empat bulan karena setelahnya, pimpinannya merolling jam siarannya menjadi siang hari. Mungkin pada saat itu ia sedikit merasakan lega karena Fajar memang lebih senang untuk beraktivitas seperti umumnya orang-orang bekerja. Selain itu, kebijakan tersebut juga ia terima dengan senang hati karena ia ingin mendapatkan suasana baru dalam bekerja dan melenyapkan kebosanan atas rutinitas sebelumnya yang selalu ia lakukan di malam hari. Ternyata bukan kenyamanan yang ia terima, namun gangguan kesehatan dan tubuh lemah yang ia rasakan hampir tiap hari. Fajar merasa tidak nyaman karena mengalami gangguan susah tidur (insomnia) sehingga aktivitasnya di siang hari tidak dapat ia lakukan dengan maksimal. Setiap hari Fajar tidak pernah berhenti mengeluh atas penyakitnya tersebut kepada rekan-rekan penyiar di tempat ia bekerja. Ia sebenarnya telah berusaha untuk tidak minum kopi, namun tetap saja ia tidak pernah bisa tidur pada jam istirahat di malam hari. Sekitar pukul enam pagi,  ia baru bisa membaringkan tubuhnya, namun tidak bisa terlelap. Hanya sebentar waktu istirahatnya karena jam 10 pagi ia sudah harus bersiap kembali untuk siaran.

Ketidaknyamanan tersebut tentu sangat mengganggu aktivitasnya, bahkan tubuhnya kerap sakit akibat penyakit insomnia yang ia derita. Berbagai obat telah ia coba untuk menghilangkan penyakitnya tersebut, namun tetap saja tidak menghasilkan manfaat yang diharapkan. Penyakit tersebut ia rasakan hingga dua tahun lamanya, sampai seorang temannya memberikan saran alternatif penyembuhannya di Bioenergi Center. Sambil diantar temannya tersebut, Fajar akhirnya berkunjung ke Bioenergi dan kebetulan pada saat itu saya sedang berada di tempat. Setelah ia menjelaskan keluhan hidupnya itu kepada saya, akhirnya saya memberikan beberapa pengarahan agar dia dapat lebih memahaminya sehingga tercipta suatu kebaikan bagi dirinya.

Tidur adalah suatu aktivitas ringan yang biasa dilakukan seseorang untuk melepas lelah; hal ini tergantung dari kuantitas dan kualitas aktivitasnya. Tidur hanya dapat kita  lakukan dalam keadaan yang rileks, tenang, tanpa beban dan perasaan letih fisik dan pikiran yang berlebih di suatu waktu tertentu. Kita juga akan tidur nyenyak pada saat tidak mengkonsumsi segala zat penghambat rasa ngantuk yang sering kita lakukan. Aktivitas tidur akan semakin berkualitas apabila dilakukan dalam waktu yang optimal (6-8 jam tiap malam), merasakan keadaan pulas dan bangun dalam keadaan yang sehat dan segar. Tentunya apabila hal tersebut dapat kita laksanakan, segala aktivitas keseharian kita tidak akan pernah terganggu sehingga menghasilkan sesuatu yang kita harapkan. Aktivitas tidur memang terlihat konstan dan tanpa gerakan, namun menurut ilmu alam ternyata tenaga kita justru akan terkuras lebih banyak di saat kita tidur. Hal tersebut terbukti bahwa tidak jarang setelah bangun tidur, tubuh kita terasa lemas bahkan merasakan haus dan lapar. Oleh karenanya, kita dapat menyadari bahwa aktivitas tidur yang berlebih atau terlalu lama juga akan menganggu kesehatan tubuh, karena tubuh akan menjadi lebih lemah dan tidak berdaya, bahkan tidak jarang merasakan sakit kepala.

Lalu, apa yang seharusnya dilakukan apabila kita menderita susah tidur? Sebenarnya mudah saja; kita hanya perlu membalikkan fakta di atas dengan segala hal yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut. Penyebab insomnia memang banyak, namun kita dapat mengatasinya hanya dengan memahami kecerdasan Bioenergi. Dalam Bioenergi, kita diajarkan untuk menciptakan segala pemikiran dan tindakan yang positif serta menghilangkan segala hal yang negatif, kapan pun dan dimana pun di setiap aktifitas kita, juga disaat tidur. Apabila pikiran kita dipenuhi dengan berbagai hal yang negatif seperti marah, pusing, bermasalah, mimpi buruk dan tidak tenang karena membayangkan pengalaman buruk yang akan dan telah terjadi, otak kita tidak akan pernah rileks hingga menghambat proses tidur. Namun, apabila kita memikirkan segala kenyamanan seperti tidur pulas, mimpi indah, bebas dari masalah dan merasakan ketenangan, aktivitas tidur kita pun tidak akan terganggu hingga merasakan tubuh yang sehat di saat bangun di pagi harinya. Selain itu, segala zat yang akan kita masukkan ke dalam tubuh tentunya harus benar-benar kita perhatikan agar tidak mengganggu kesehatan, seperti makanan yang tidak sehat, obat-obatan, teh atau kopi, rokok, camilan serta berbagai hal lain yang akan menghambat proses tidur kita.

Beberapa saat setelah itu, secara perlahan Fajar mencoba untuk memahami dan berjanji akan menggunakan metode penyembuhan Bioenergi ini untuk melepaskan penyakit insomnia yang selama dua tahun telah menghambat aktivitasnya. Sebelum Fajar beranjak pergi, saya mengajarkannya untuk selalu melakukan relaksasi di rumah sesaat sebelum ia melakukan aktivitas tidur. Hal ini disertai pula dengan doa batin yang harus ia panjatkan untuk menciptakan suasana yang nyaman di saat tidurnya : ”Dengan Kuasa dan Kehendak-Mu Ya Tuhan, melalui Kecerdasan Bioenergi, saya menyadari relaksasi total yang menembus ke dalam tubuh dan pikiran. Melalui daya kreatif ini, saya menghendaki agar semua otot tubuh terbebas dari ketegangan dan stres yang tidak berguna, sehingga akan berada dalam keselarasan yang sempurna di semua sistem kerja pada tubuh saya. Saya menghendaki agar semua sistem tubuh menjadi rileks dan mengalir secara normal pada saat melakukan aktivitas tidur”.

Kurang dari satu bulan setelah ia menggunakan metode penyembuhan Bioenergi untuk penyakit insomnianya, ia merasakan keadaan fisik yang lebih rileks dan sehat. Fajar mengaku dapat lebih berpikir jernih dan merasakan fisik yang tanpa beban di saat bekerja di siang hari. Ia merasakan hasil yang luar biasa atas kecerdasan Bioenergi yang ia hadirkan di dalam dirinya. Hampir setiap malam ia merasakan keadaan yang nyaman, tenang dan rileks hingga ia tertidur pulas dan kembali bangun di pagi hari dalam keadaan yang segar dan membahagiakan. Kinerjanya semakin baik, bahkan produktivitasnya di stasiun radio tempat ia bekerja mendorong pemimpinnya untuk memberikan jatah siaran yang lebih banyak hingga hal itu dapat menambah penghasilannya tiap bulan. Ia sangat bersyukur kepada Tuhan karena berkah Bioenergi ini bukan hanya memberikan kenyamanan di saat ia tidur, namun juga menambah rezeki yang sebelumnya tidak pernah ia duga. Bahkan, dengan metode Bioenergi ini, ia mampu pula menghilangkan kebiasaan merokok dan minum kopi seperti yang sering ia lakukan sebelumnya; suatu hal buruk yang sempat menjadi aktivitas di celah rutinitasnya. Hal ini ia ceritakan sendiri melalui pesawat telepon disaat dia berniat mendaftarkan diri sebagai peserta Zona Kaya. Ia semakin sadar bahwa Bioenergi merupakan anugerah Tuhan yang menciptakan berkah bagi siapa pun, yang dapat mempengaruhi kehidupan setiap individu agar lebih bernilai. Ia merasakan pula bahwa daya cerdas ini mengajarkan manusia untuk semakin mensyukuri anugerah hidup.

Jika Anda ingin mengobati Insomnia cepat, Segera Konsultasikan ke Syaiful M. Maghsri. Hotline : 0818278880, 085327271999, Office (0274) 412446.

Pengalaman Fajar Agung Prabowo dari Muntilan (27 tahun)


Anda Sedang Menghadapi Berbagai Masalah? Ingin Segera Mendapatkan Solusinya? Pastikan Hubungi dan Konsultasikan Masalah Anda ke Syaiful M. Maghsri agar Anda tahu cara mengatasi masalah dengan cepat. Hotline: 0818278880, 085327271999, Office (0274)412446.  

Salam Sehat & Sukses Selalu

Senin, 16 Juni 2014

Bioenergi Mampu Meningkatkan Kecerdasan Anak

Bioenergi Mampu Meningkatkan Kecerdasan Anak


Anak adalah berkah indah di kehidupan setiap keluarga yang akan menciptakan kehangatan dan kebahagiaan hidup. Ia juga menjadi generasi penerus yang akan membangun bangsa ini di kehidupan yang akan datang. Ketika masih kecil, orang tua harus benar-benar memperhatikan dan mengajarkan berbagai ilmu dan solusi hidup kepada anak agar perkembangan mentalnya semakin matang dan tumbuh dengan jiwa yang penuh semangat. Kesabaran, cinta dan kasih sayang harus kita berikan kepada anak agar ia selalu merasa terlindungi dan bisa berpikir kreatif untuk menciptakan apa pun sesuai dengan daya imajinasinya. Oleh karenanya, kecerdasan anak sangatlah penting dimiliki agar kelak ia dapat berjaya dan membangun segala keinginannya dengan jalan dan cara yang mengagumkan.

Dalam kehidupannya, bu Dina selalu menumbuhkan jiwa yang mandiri dan semangat terhadap ketiga anaknya. Ia memiliki dua orang anak perempuan yang keduanya sedang menimba ilmu di perguruan tinggi negeri di Yogyakarta dan seorang anak laki-laki yang masih duduk di bangku SD. Ia tinggal di Surabaya bersama suami dan anak bungsunya dengan memiliki usaha warung kelontong. Suaminya bekerja sebagai guru SMU di salah satu sekolah menengah yang ada di Surabaya. Bu Dina selalu bersyukur karena Tuhan berkenan memberikan kelimpahan rezeki kepada keluarganya. Ia dan suaminya bahagia karena masih sanggup membiayai kuliah kedua putrinya dan sekolah putra bungsunya yang masih kecil. Setiap saat hanya doa yang ia ucapkan agar keluarganya diberi kesehatan dan umur yang panjang serta ketiga anaknya kelak dapat sukses melebihi apa yang ia dan suaminya capai.
Cara Mengatasi Permasalahan hidup

Telah lama bu Dina menyadari bahwa sejak kecil kedua putrinya merupakan anak yang patuh dan penurut. Dalam bidang pendidikan, mereka dapat dikatakan sebagai anak yang berprestasi saat masih sekolah. Namun berbeda dengan putra bungsunya; mungkin karena seorang laki-laki, tidak jarang ia membuat bu Dina kewalahan menghadapi sikap anaknya tersebut. Selain bandel, si bungsu juga sulit diarahkan untuk belajar, apalagi jika akan diberi les privat, ia selalu menolaknya. Entah hal ini karena terpengaruh dengan teman-teman sebayanya atau keinginan diri sendiri. Setiap pulang sekolah ia beristirahat di rumah sebentar hanya untuk makan, lalu melanjutkan kembali aktivitasnya dengan bermain bersama teman-temannya di luar rumah. Itulah yang terkadang membuat bu Dina dan suaminya merasa khawatir atas perkembangan putra bungsunya. Apalagi pada saat itu, putranya sudah duduk di kelas enam SD yang tidak lama lagi akan menempuh Ujian Akhir Nasional (UAN). Rasa was-was selalu berkecamuk di hati bu Dina setiap mengingat saat ujian tersebut, apalagi si bungsu pada saat itu masih bandel dan tidak mau berusaha untuk belajar.

Bu Dina sering mengeluhkan hal ini kepada kedua putrinya yang masih kuliah di Yogyakarta. Salah seorang dari mereka menyarankan bu Dina untuk membawa si bungsu ke Bioenergi agar mendapatkan solusi yang paling baik bagi permasalahan tersebut. Menunggu waktu libur tiba, akhirnya bu Dina beserta suami dan anak-anaknya berkunjung ke Bioenergi untuk mendapatkan pencerahan dan solusi yang tepat bagi kebaikan si bungsu. Setelah mendengar cerita dan memahami pengalaman bu Dina, saya mencoba berkomunikasi dengan si bungsu dan perlahan saya alirkan energi positif di atas kepalanya selama beberapa menit. Sesaat setelah itu saya menyarankan bu Dina agar anaknya diberi Kapsul Kecerdasan Bioenergi yang berkhasiat untuk meningkatkan daya kecerdasan anak. Saya juga memberikan pengarahan kepada bu Dina dan suaminya agar menghadapi anaknya dengan lebih bersabar dan lapang dada. Anak seusia itu memang masih labil, kemampuan pikirnya masih rendah serta perkembangan jiwanya juga belum matang sepenuhnya. Oleh karenanya, anak tersebut masih memerlukan bimbingan dan pengarahan, baik dari orang tua sendiri maupun orang-orang yang ada di sekitarnya.

Anak seusia itu memang memiliki keingintahuan yang besar akan segala fenomena yang ada di sekitarnya. Pada saat itulah, kita sebagai orang tua hendaknya mengontrol segala pemikiran dan tindakan anak melalui proses kecerdasan Bioenergi. Kecerdasan Bioenergi merupakan sebuah daya kreatif yang dimiliki setiap manusia semenjak ia dilahirkan di dunia. Namun kebanyakan dari mereka tidak mengetahui apa dan bagaimana cara memanfaatkannya agar membuahkan kebaikan dalam hidup. Kembali ke permasalahan anak, kita dapat menghadirkan energi kreatif ini di dalam dirinya apabila kita sebagai orang tua dapat menyadari kehadirannya di dalam diri kita. Dengan cara berpikir secara positif, kita dapat menciptakan kehidupan yang positif pula di hadapan anak. Dengan sedikit senyuman, kita akan membuatnya tersenyum pula. Dengan sentuhan lembut, kita juga telah mengajaknya untuk belajar terbuka dan bercerita akan segala hal yang telah ia alami. Namun dengan menjauhkan diri darinya, seperti cuek, tidak perhatian maupun mengatakan hal kasar kepadanya akan mempengaruhi cara berpikir dan tindakannya. Dia akan terlatih untuk tidak menghormati kita, tidak menghargai orang lain, tidak patuh, suka membangkang, melanggar peraturan bahkan yang paling parah adalah jika anak tidak betah tinggal di dalam rumah.

Mungkin hal itu yang perlu diperhatikan oleh bu Dina dan suaminya. Dalam kesehariannya, si bungsu tidak pernah dekat dengan kedua kakaknya. Ia hanya tinggal dekat dengan kedua orang tuanya. Bu Dina memang di rumah namun sibuk melayani konsumen yang beli di warung kelontongnya, sedangkan si bungsu hanya bertemu ayahnya di sore hari setelah pulang kerja. Mungkin perhatian yang kurang tersebut membuat si bungsu lebih betah untuk mencari kesenangan di luar rumah dan tidak pernah memikirkan pelajaran di sekolah. Sesaat setelah menyampaikan ini, saya melihat rona perasaan bersalah dan menyesal dari bu Dina dan suaminya. Tidak lama setelah itu, mereka beranjak keluar dari Bioenergi dan sebelumnya mereka berjanji untuk memberi perhatian yang lebih kepada putra bungsunya agar mengalami perubahan yang lebih baik.

Tiga bulan setelah itu, bu Dina menelpon saya dan dia mengatakan bahwa putranya telah mengalami perubahan sifat yang lebih baik. Dia kini menjadi anak penurut dan dengan disiplin mau belajar setiap saat. Sepertinya ada kesadaran tersendiri dari anaknya untuk berubah sehingga semua yang dia lakukan, kini menjadi suatu hal yang mengagumkan. Bu Dina juga tidak heran apabila nilai-nilai ulangan anaknya menjadi semakin baik hingga tidak jarang mendapat pujian dari gurunya. Perubahan nilainya ini tentu bukan karena membuat contekan saat ulangan namun karena aliran kecerdasan Bioenergi yang mengarahkannya untuk berpikir positif sehingga menghasilkan tindakan yang bermanfaat. Bu Dina juga mengaku bahwa setelah memberikan anaknya Kapsul Kecerdasan Bioenergi, ia menjadi semakin lega dan bahagia. Selain meningkatkan kecerdasan anak, kapsul tersebut ternyata juga mengatasi kemalasan anaknya dalam belajar, meningkatkan daya ingat dan membuat anaknya menjadi lebih mudah diatur.
Cara Melunasi Hutang

Sembilan bulan telah berlalu semenjak ibu Dina berkunjung ke Bioenergi. Ia menelpon saya kembali dan mengatakan bahwa anak bungsunya telah berhasil melewati Ujian Akhir Nasional dengan lancar. Putra bungsunya telah lulus dengan nilai yang sangat memuaskan, yang sebenarnya jauh dari apa yang dibayangkan oleh bu Dina sebelumnya. Ia mengucapkan terimakasih kepada saya karena saya telah mengajarkan kepadanya untuk mengarahkan kehidupan keluarganya melalui proses kecerdasan Bioenergi. Bu Dina mengaku bahwa kapsul Bioenergi serta berbagai metode untuk memanfaatkan energi dalam tubuh ternyata sangat bermanfaat bagi kehidupan keluarganya. Kini ia bisa bernafas lega karena anaknya dapat diterima di Sekolah Menengah Pertama favorit di kotanya. Selain itu, ia kini juga semakin dekat dengan anaknya karena sebagian besar waktu si bungsu dihabiskan di dalam rumah, bahkan setiap temannya mengajak main keluar, selalu ditolak oleh si bungsu. Mungkin itu merupakan salah satu jawaban doa yang selama ini dipanjatkan oleh bu Dina dan suaminya. Kini bu Dina menjadi lebih dekat dengan anak-anaknya, bahkan mereka merasakan kehidupan keluarga yang lebih harmonis.
Cara Sukses Berbisnis

Jika Anda ingin meningkatkan kecerdasan anak dengan cepat seperti Pengalaman Ibu Dina , Segera Konsultasikan ke Syaiful M. Maghsri. Hotline: 085327271999, 0818278880, Office (0274) 412446.
Pengalaman Ibu Dina Perwita Lestari dari Surabaya (47 tahun)


Anda Sedang Menghadapi Berbagai Masalah? Ingin Segera Mendapatkan Solusinya? Pastikan Hubungi dan Konsultasikan Masalah Anda ke Syaiful M. Maghsri agar Anda tahu cara mengatasi masalah dengan cepat. Hotline: 0818278880, 085327271999, Office (0274)412446.  

Salam Sehat & Sukses Selalu

PelatihanSolusiBioenergi