Minggu, 23 Juni 2013

JAGA ALAM SEMESTA, JANGAN DIEKSPLOITASI..!!

Pandangan manusia terhadap alam kini telah berubah. Sebelum manusia mengenal ilmu pengetahuan modern, manusia menganggap bahwa alam memiliki kekuatan. Dikenallah dewa-dewa sebagai wujud kekuatan tersebut, seperti dewa penguasa langit, penguasa bumi, dewa kesuburan, dewa api dan sebagainya.


Dewa-dewa itu dipuja dengan upacara-upacara dan sesajen agar tidak menurunkan murkanya. Setelah kemampuan manusia berkembang serta berhasil menemukan karakter dan hukum-hukum alam, manusia menemukan egonya. Manusia merasa bahwa dirinya adalah satu-satunya penguasa alam. Segala sesuatu yang ada di alam semesta adalah miliknya dan digunakan sepenuhnya untuk menunjang hidupnya.


Dalam waktu bersamaan, agama-agama monoteis berkembang dengan membawa pesan “kuasailah bumi dan segala isinya” untuk kesejahteraan manusia. Dalam hal ini, lingkungan hidup tidak lagi menjadi sesuatu yang sakral. Alam semesta dieksploitasi untuk memenuhi kebutuhan manusia. Akibatnya, perilaku yang terwujud nyata bukanlah kearifan memanfaatkan alam namun keserakahan yang berlebihan karena nafsu. Pada akhirnya, krisis lingkungan pun sulit dihindarkan karena alam tidak mampu lagi menahan gempuran keserakahan manusia.



SHARE THIS
PelatihanSolusiBioenergi