Jumat, 22 Februari 2013

Kinerja otak

kinerja otakTahukah Anda bahwa otak kita terdiri dari dua belahan ? Lebih jauh tahukah anda bahwa kedua belah otak tersebut merupakan dua otak yang terpisah?

Seperti diketahui bahwa apabila otak kiri mengalami gangguan maka belahan tubuh bagian kanan seseorang juga akan terganggu/lumpuh dan begitu juga sebaliknya jika otak kanan mengalami kerusakan maka tubuh bagian kiri yang akan merasakan dampaknya/lumpuh. Dengan kata lain sebenarnya masing-masing belahan otak mengendalikan belahan badan yang berlawanan sisi.

Seorang Profesor bernama Robert Orsntein dari Universitas California pernah meneliti Potensi Otak Manusia dengan cara mengukur gelombang yang dipancarkan otak ketika melakukan berbagai macam aktivitas, dan hasilnya sungguh mengejutkan. Ternyata dari hasil penelitiannya menujukan belahan otak kiri mengendalikan aktivitas mental seperti kemampuan Matematika, berbahasa, logika, analisa, menulis, dan aktivitas sejenis yang disebutkan tadi. Sedangkan belahan otak kanan mengendalikan aktivitas imajinasi, warna, musik, irama, melamun, dan aktivitas sejenis lainnya.

Ornstein juga menemukan bahwa orang yang sudah terbiasa memakai salah satu belahan otaknya saja akan sulit menggunakan belahan otak lainnya baik dalam situasi umum ataupun khusus. Dan yang lebih penting lagi, Ornstein menemukan bahwa jika belahan otak yang lemah dirangsang dan disuruh bekerja bersama belahan otak yang lebih kuat, maka akan tercipta kemampuan dan efektivitas otak yang jauh lebih besar.

Einstein dianggap sebagai ilmuwan jenius pada zamannya. Ia bukan fisikawan matematis yang otaknya dipenuhi dengan angka-angka dan rumus-rumus. Sebenarnya ia sulit memahami matematika ketika duduk di bangku sekolah dan hampir drop out di Universitas karena sering melamun.

Menurut Einstein sendiri, ia menemukan teori relativitas bukan dibangku kuliah atau meja belajar, melainkan ketika sedang berbaring dan menghayal diatas suatu bukit pada suatu hari dimusim panas.

Pada saat sedang memandang keatas dengan mata setengah terpejam, sinar matahari masuk menerobos kedalam mata dan terurai menjadi ribuan berkas cahaya yang sangat tipis. Einstein terpesona dan merasa seakan diajak berpetualang dengan mengendarai salah satu berkas cahaya tipis tersebut. Khayalannya membawa dirinya berpetualang ke alam semesta dan mendarat disuatu tempat yang tidak bisa dijelaskan dengan ilmu fisika manapun. Setelah selesai berkhayal ia buru-buru pulang dan dengan keyakinan penuh bahwa khayalannya lebih jitu daripada pelajaran fisika yang pernah ia peroleh dan ia pun mulai merumuskan matematika baru untuk menjelaskan kebenaran yang baru saja tertangkap oleh khayalannya.

 

SHARE THIS
PelatihanSolusiBioenergi